Hari ini hatiku mendung tak seperti cuaca yang sangat cerah , karena Kak Indra akan pergi ke Paris . Pertemuan kali ini seperti pertemuanku yang terakhir dengannya .
“ Kak, jadi pergi ? “ tanyaku .
Kak Indra hanya mengangguk . Kamipun mengantarnya ke bandara . Tak lama kemudian Kak Indra pergi dengan membawa kenangan yang masih teringat dalam benakku .
Esoknya aku malas ke sekolah , aku tak bersemangat untuk mengikuti pelajaran.
Tapi karena aku tak ingin ketinggalan pelajaran aku berangkat ke sekolah . Sesampainya di sekolah aku bertemu kedua sahabatku Novi dan Ita .
“ Ada apa Ika kok kamu keliatannya sedih banget ? “ tanya Novi .
“ Iya nih cantik - cantik kok nggak ada senyumnya ,“ kata Ita .
Aku hanya tersenyum .
“ Ika , kalau kamu ada masalah cerita dong sama kami ! “ kata Novi .
“ Apa harus kuceritakan pada kalian semua masalahku ? “ tanyaku .
“ Ya , iyalah kami kan sahabatmu ,“ kata Ita .
“ Sebenarnya kakakku pergi ke Paris ,“ kataku .
Ita menghela nafas lalu berkata , “ Ika , Ika kamu itu gimana sich, kan enak kakakmu pergi ke Paris bisa lihat menara Eiffel yang indah itu , pasti suatu hari kamu akan ke sana . “
Akupun langsung pergi meninggalkan kedua sahabatku dan bergegas menuju kelasku . Memang kami bersahabat , tetapi kelas kami berbeda . Aku berada di kelas VII A sedangkan Ita dan Novi berada di kelas VII B .
Tak terasa bel masukpun berbunyi . Saat pelajaran dimulai aku tidak konsentrasi pada pelajaran . Tak lama kemudian bel istirahatpun berbunyi . Biasanya aku langsung bergegas ke kantin sekolah , tapi sekarang aku malas sekali .
“ Nggak keluar non ? “ tanya Ryan .
“ Nggak ah , malas ,“ jawabku singkat .
“ Kenapa , lagi ada masalah ? cerita dong sama aku ? “ tanya Ryan .
“ Kak Indra pergi ke Paris untuk belajar melukis di sana ,“ jawabku .
“ Lho itu kan bagus untuk masa depannya , lalu kenapa kamu sedih ? “ tanya Ryan lagi .
“ Kak Indra adalah satu - satunya kakak yang ku punya , jadi aku merasa sangat kehilangan.“
“ Ika, apa kamu tidak ingin kalau kakakmu jadi orang yang sukses ? “ tanya Ryan.
“ Ingin sich , tapi …… ya udah dech aku ikut kamu ,“ jawabku.
Akhirnya Aku pergi ke kantin bersama Ryan . Aku sekarang merasa lega, sampai suatu saat .
“ Ika ….. Ika ….. ada kabar buruk ! “ kata Ita sambil berlari .
“ Ada apa sich kok kayaknya ada yang penting ? “ tanyaku .
“ Ini bukannya penting lagi , tapi sangat super penting . Baca koran hari ini ,“ kata Ita .
Lalu Ryanpun melihatnya .
“ Ada berita apa sich . Ha … pesawat satu - satunya yang menuju Paris jatuh , penumpangnya tidak ada yang selamat…. sa…. tu… pun… “ kata Ryan kaget .
“ Ryan kamu jangan bercanda ,“ kataku .
“ Aku tidak bercanda aku serius ,“ jawab Ryan .
Aku lalu merebut koran yang ada di tangan Ryan . Setelah aku membaca koran itu , aku baru percaya yang dikatakan Ryan . Aku sedih sekali . Aku tak menyangka kakak yang sangat aku sayangi meninggal dengan cara yang mengerikan . Rasanya aku ingin segera pulang .
Akhirnya bel pulangpun berbunyi . Aku pulang dengan tergesa - gesa . Aku berlari dan terus berlari . Aku ingin segera sampai di rumah . Di dalam benakku bayang - bayang wajah kak Indra terus dan terus membayangiku . Sampai - sampai aku tidak memperhatikan jalanku dan …………
“ Auch ! “ seruku ketikaku terserempet sepeda motor .
“ Ha …. Ika kamu tidak apa - apa ? “ kata Om Andi .
Aku hanya menggeleng sambil memegangi sikuku .
“ Maafkan Om ya . Om tergesa - gesa , karena diberi tahu mamamu bahwa Indra
kecelakaan ! “ kata Om Andi , lalu ia menghidupkan sepeda motornya .
“ Jangan bengong saja ayo naik ,“ kata Om Andi lagi .
“ Berarti mama sudah tahu , tapi kenapa ya kok nggak telefon aku ? “ pikirku .
Akhirnya kami sampai di rumah . Tiba - tiba mama memelukku .
“ Ika, kak Indra … kecelakaan ,“ kata Mama diiringi deru tangis semua keluargaku.
Dua hari kemudian jasad kak Indra tiba di rumah . Air mataku yang perlahan - lahan hilang kini tak terbendung lagi saat melihat jasad kak Indra yang anggota tubuhnya tak utuh lagi . Aku tak menyangka tubuh kakakku satu - satunya hancur berkeping - keping . Esoknya aku tak sekolah , karena pemakaman Kak Indra . Aku merasa tak bisa melakukan sesuatu tanpa Kak Indra . Sepulang sekolah Ryanpun datang . Ryanpun menghiburku . Kini aku sadar tangisanku takkan membuat Kak Indra kembali . Selamat jalan kakak ku akan slalu mencintaimu .
1 komentar:
niy cerita bisa di bilang curhatanku siy... but ka2k q g meninggal cuma ninggalin q bwt nuntut ilmu di negeri sebrang. I love you my brother
Posting Komentar