Minggu, 09 November 2008

KISAH CINTA MATAHARI DAN BINTANG

Matahari muncul pada siang hari sedangkan Bintang muncul pada malam hari, jika mereka saling mencintai mungkinkah cinta mereka kan bersatu. Aku merasa kisah cintaku seperti kisah cinta Matahari dan Bintang. Cintaku dan orang yang kucintai tak mungkin bersatu.
Dari awal aku melihatnya aku langsung mencintainya. Dia bernama Fajar - Fajar berarti Matahari -, sedangkan namaku Lintang - Lintang berarti Bintang -. Aku merasa cintaku dan Fajar seperti Matahari dan Bintang yang tak mungkin dipertemukan.
Aku sudah lama memendam rasa cintaku itu. Rasanya hatiku sudah terkunci dan satu - satunya orang yang memiliki kunci itu adalah Fajar. Dulu ia datang ketikaku membutuhkan seseorang untuk melupakan lelaki yang amat aku cintai. Dan ia bisa menghapus segala kesedihan yang kurasa.
Aku begitu gembira ketika berkenalan dengannya. Dia begitu baik padaku, segala perhatiannya membuatku melayang - layang. Tapi sayang dia sudah mempunyai kekasih, kekasihnya bernama Nita. Hatiku begitu hancur ketikaku tahu jika dia sudah mempunyai kekasih. Dan sebenarnya akupun sudah mempunyai kekasih.
Tapi aku yakin Fajar juga memendam perasaan yang sama padaku. Tapi kami tak mungkin bersatu karena aku dan dia sama - sama sudah memiliki kekasih.
“ Hai, nglamun aja. Ayo nglamunin aku ya,” kata Rizky mengagetkanku.
“ Eh.. kamu Riz ngagetin aja,” kataku.
“ Kenapa sih akhir - akhir ini aku sering liat kamu nglamun, ada masalah cerita dong sama aku. Aku kan cowokmu,” kata Rizky.
Aku hanya menjawabnya dengan senyuman. Seandainya kamu tahu kamu pasti membenciku seumur hidupmu. Rizky adalah kekasih yang paling perhatian yang pernah kumiliki. Kata Dinda dan Elly - sahabatku - dia adalah lelaki yang tahan banting. Walaupun aku menjauhinya, memarahinya, tapi dia tak peduli dia tetap menunjukkan sayangnya padaku.
Oh Tuhan aku tak tega melihat Rizky. Apa harus aku katakan padanya jika aku tak mencintainya. Sebenarnya aku menerima Rizky dulu karena aku ingin melupakan Fajar. Tapi ternyata aku sama sekali tak bisa melupakan Fajar. Dia selalu ada di dalam benakku.
Sampai - sampai Dinda dan Elly mengumpamakan Rizky mempunyai rumah tanpa kunci, karena kuncinya masih dimiliki Fajar. Ya kalau dipikir - pikir memang benar sih perumpamaan itu.
Akhir - akhir ini aku merasa Fajar mulai menjaga jarak denganku. Dia tak seperti biasanya. Biasanya saat aku bertemu dengannya atau saat aku melewati depan kelasnya,
dia selalu menggodaku. Hari ini dia seperti orang yang tak pernah kenal denganku.
Aku sangat kehilangan semua candaannya. Hidupku rasanya hampa tanpa senyumannya. Tanpa semua keusilannya padaku. Mengapa dia berubah jadi seperti ini. Apa dia tahu jikaku mencintainya lalu dia menghindar dariku.
Saat pulang sekolah aku,Dinda,Elly berbicara di gerbang. Kami bertiga memang bersahabat tapi kelas kami berbeda. Jadi ya saat pulang sekolah baru kami bisa mengutarakan isi hati - curhat -. Tapi hari ini karena Dinda sudah pulang aku bercerita pada Elly. Aku menceritakan tentang semua perubahan sikap Fajar.
Tapi tiba - tiba Fajar lewat di depan kami dan dia tersenyum padaku. Oh Tuhan aku tak bisa lagi berkata - kata. Bahagia sekali rasanya sampai - sampai aku tak bisa tidur. Memang aku tahu itu berlebihan tapi aku benar - benar tak bisa tidur memikirkan senyuman yang selama ini tak pernah aku lihat lagi.
Sepertinya aku memiliki semangat lagi untuk memilikinya. Aku yakin dia mencintaiku juga. Tapi bagaimana dengan Rizky, dia pasti terluka. Mengapa aku harus terjebak dalam cinta yang begitu membingungkan ini. Mengapa aku harus mencintai Fajar yang aku tak tahu apakah dia mencintaiku bukannya mencintai Rizky yang sudah jelas mencintaiku. Cinta itu memang buta.
Aku merasa aneh dengan sifat Fajar. Kadang dia baik,ramah kadang dia cuek. Sampai aku berpikir jika dia mempunyai saudara kembar ya seperti di sinetron - sinetron saudara kembar bertukar tempat. Tapi aku sadar perubahan sikapnya tergantung pada kekasihnya. Ya jika ada Nita dia menjadi seperti tidak kenal padaku sedangkan jika tak ada Nita dia kembali ke sifat semula.
Hari ini aku ada janji dengan Fajar. Katanya dia mau mengatakan sesuatu padaku. Aku berharap dia mengatakan kalau dia juga mencintaiku.
Setengah jam sudah aku menunggunya, tapi dia tak muncul juga. Apa dia mengerjaiku. Kenapa sih dia begitu tega mengerjaiku.
“ Sorry telat,” kata Fajar.
“ Kamu tau gak, aku hampir aja pergi untung aja kamu dateng.”
“ Sorry tadi aku lupa kalo ada janji sama kamu.” Ya ampun dia lupa, berarti aku nggak penting buat dia.
“ Ya udah ngomong aja katanya mau ngomong sesuatu yang penting.”
“ Sebenernya…ehm…sebenernya aku suka sama kamu. “
Oh Tuhan akhirnya dia mengatakan juga jika dia suka padaku. Aku senang sekali rasanya. Akhirnya cintaku tak bertepuk sebelah tangan.
“ Sebenernya aku juga suka sama kamu, tapi kita berduakan udah punya pacar. Aku nggak mungkin mutusin Rizky, aku nggak tega.”
“ Aku udah tahu makanya aku ngajak kamu ketemuan di sini biar kita bisa bahas masalah ini. Aku juga nggak mungkin mutusin Nita.”
Kami berdua membicarakan masalah ini cukup lama kira - kira dua setengah jam. Dan akhirnya kami menemukan titik temu. Kami tetap pada pasangan masing - masing dan berusaha untuk mencintai pasangan masing - masing.
Aku senang sekali walaupun aku dan Fajar tidak menjadi pasangan kekasih tapi aku tahu jika Fajar mencintaiku. Ya kini kisah cintaku benar - benar seperti Matahari dan Bintang. Matahari tetap setia pada Siang sedangkan Bintang tetap setia pada Malam walaupun Matahari dan Bintang saling mencintai.

1 komentar:

tika mengatakan...

niy real lho. nma q kan artinya bintang n q prnah ska ma org yg nmax brarti matahari n kta b2 dah pux pcr. but q g ykin siy matahari ska ma q pa g