Sang Malam bertemankan bintang dan bulan. Sang Siang bertemankan mentari. Burung-burung bernyanyi dengan riangnya. Tapi mengapa saat ini aku di sini sendiri tanpa menikmati indahnya semua itu. Ini semua karena dia, lelaki yang selama ini menghiasi setiap malam di tidurku.
Pertama kali waktuku melihatnya semua tampak biasa saja. Tapi dia selalu memperhatikan tingkah lakuku. Dia adalah Yuda, seorang lelaki yang cuek, tapi memiliki daya tarik tersendiri. Segala tingkah lakunya membuatku penasaran.
Semua berawal dari perlombaan di bulan Agustus. Aku menjadi salah satu panitia perlombaan dan diapun begitu. Peribahasa ` witing trisno jalaran kulino ` berlaku di situ. Semua panitia seakan disiapkan untuk mendapat pasangan masing-masing. Hanya tiga orang yang tidak mendapat pasangan itupun karna mereka sudah punya pasangan sendiri-sendiri.
Cinta dipasangkan dengan Indra, Nisa dengan Rizal, dan aku mendapat sisanya yaitu Yuda. Awalnya aku jarang sekali bertemu dengan Yuda karena pada saat dia datang rapat aku tak datang begitu pula sebaliknya. Tapi saat panitia memutuskan untuk menampilkan paduan suara untuk mengisi acara tasyakuran, frekwensi bertemu kami semakin sering. Sampai bulan Agustuspun tiba. Kami semakin sibuk mengurusi berbagai macam lomba.
Ada kejadian lucu pada waktu lomba futsal. Indra satu tim dengan Cinta. Nisa satu tim dengan Rizal. Ini semua aku yang mengatur. Dan untung saja saat itu Yuda tidak ikut, jadi aku tidak satu tim dengannya. Nah, pada saat Indra berhasil memberikan satu gol untuk timnya, tiba - tiba tanpa segaja Indra dan Cinta melakukan toast. Dan toast itu yang membuat Cinta senang sekali.
Kami semua memang berniat membuat Cinta dan Indra menjadi sepasang kekasih. Karena kami tahu mereka berdua saling mencintai. Tapi ada hal yang membuat Cinta bersedih. Tiba-tiba tanpa sebab musabab yang pasti Nisa mendekati Indra, mengiriminya berbagai macam puisi yang indah. Katanya sih dia ingin mencomblangkan Cinta dan Indra, tapi Cinta takut Indra malah mencintai Nisa.
Bagi Cinta hari-hari latihan penuh dengan kecemburuan, tapi entah mengapa Nisa tak pernah sadar akan hal itu. Sedangkan bagiku, hari-hari latihan penuh dengan tanda tanya, dan kebingungan. Karena aku memikirkan dua orang sekaligus Bagas, teman sekolahku dan Yuda. Pada awalnya yang ada di hatiku hanyalah Bagas. Tapi setelah teman-temanku mencomblang aku dengan Yuda dan Yuda mempunyai banyak kesamaan dengan Bagas ,aku mulai mempunyai rasa pada Yuda.
Pada suatu latihan, aku melakukan hal yang sangat amat bodoh. Pada saat itu Yuda sedang tidak bisa bernyanyi karena suaranya sedang serak.
“ Cin, kok Bag.. ups, Cin, kok Yuda nggak nyanyi,” bisikku.
“ Apa??? Bagas ???” ledek Cinta.
“ Bukan…. tapi Yuda,” jawabku.
“ Oh… Yuda, kan suaranya lagi serak non,” kata Cinta.
Betapa malunya kau saat itu, mulai hari itu teman-temanku semakin gencar meledekku dengan Yuda. Mereka mengira aku memanggil Yuda dengan sebutan Bagas agar tak ada yang tahu. Padahal di sebuah tempat memang benar ada orang yang bernama Bagas yang telah mengisi hatiku bersama Yuda. Namun akhirnya pilihanku pun jatuh pada Yuda.
Malam tasyakuranpun akhirnya tiba. Aku dan Yuda sering mencuri-curi pandang, pada saat doa, sambutan, dan pada saat pembagian hadiah. Tak terasa sudah waktunya kami untuk tampil. Aku begitu kaget, ketika Yuda tiba-tiba berdiri disampingku, dan dia memengangi mikenya untuk kami berdua. Oh Tuhan…. hati ini senang… sekali. Tapi aku tak ingin terlalu percaya diri. Aku berusaha menganggap semua itu biasa saja, namun tetap saja tak bisa.
Ternyata kebahagiaan itu tak hanya milikku seorang. Indra menyatakan cintanya pada Cinta. Dan pada saat hari kemerdekaan mereka resmi menjadi pasangan kekasih. Kebahagiaan ternyata masih berpihak padaku. Pada saat Yuda dan bandnya tampil pada suatu acara, Yuda bernyanyi sambil mencuri pandang padaku. Dan ada hal yang membuatku semakin tak bisa melupakannya. Saat di tengah-tengah lagu tiba-tiba dia menoleh padaku, akupun tersenyum padanya dan dia membalas senyuman itu dengan senyumannya yang amat manis. Senyuman itu membuatku semakin yakin jika Yuda menyukaiku. Entah mengapa aku meyakini semua itu, walaupun disisi lain aku tak ingin terlalu percaya diri.
Teman-temanku semakin gencar mencomblangkan aku dengan Yuda, terutama Aya. Aku tak tahu mengapa dia begitu bersemangat mencomblangkan aku dengan Yuda sampai-sampai dia mengorek-ngorek informasi tentang Yuda. Perkataan teman-temanku tentang tingkah laku Yuda terhadapku semakin membuatku GR. Mereka mengatakan jika Yuda sepertinya menyukaiku. Aku sangat senang karena akupun menyukainya.
Hingga suatu saat ada perkataan Yuda yang membuat hidupku hancur. Waktu itu Aya dan aku sedang mengobrol tiba-tiba Yuda lewat dan Aya memanggilnya.
“ Yuda sini. Ayo sini,” panggil Aya.
“ Kenapa ?” tanya Yuda.
“ Aku mau tanya, siapa anak sini yang kamu sukai ?” tanya Aya.
“ Ha ??? Aku sudah punya pacar,” jawab Yuda enteng.
Kata-kata Yuda yang terakhir bagai petir di siang bolong. Petir itu menyambarku dan mengangkut separuh dari nyawaku. Karena kata-kata itu hidupku hancur. Apa yang kukerjakan selalu saja salah. Aku bagaikan seorang mayat hidup, yang melakukan pekerjaan tanpa tahu maksud dan tujuannya. Tapi aku berusaha untuk bangkit, dan mengambil segi positif dari semua itu.
Bulan Ramadhan telah datang, aku mengirimkan ucapan selamat berpuasa pada semua teman-temanku. Banyak yang membalas dan ada beberapa orang yang tidak membalas smsku termasuk Yuda. Aku berpikir mungkin dia tak tahu nomor handphoneku. Tapi saat Cinta sms dia dan dia juga tak tahu nomor handphone Cinta, dia bertanya ini nomor siapa.
Aku merasa dia menjauhiku, dia seperti tak menganggapku ada. Ada apa ini???? Apa maksudnya???? Buat apa selama ini dia menunjukkan tanda-tanda jika dia suka padaku????
Kini aku sadar semua kisah yang kualami hanyalah sebuah kisah cinta di bulan Agustus. Dengan berakhirnya bulan Agustus, berakhir pula kisah cinta ini. Dan kini aku benar-benar sendiri, tanpa seorangpun yang mau menemaniku.
1 komentar:
niy kisah cintaku ( he..he..he.. kyk lgna petepran ja ) smpe skrq msih syng ma si ` yuda ` but dy cuuuuuuuueeeeeeek......... bgt
nyebelin!!!!!!!!!!!
Posting Komentar