Minggu, 09 November 2008

MAAFKAN AKU MAMA

Hari ini mama kembali melanggar janjinya . Kemarin mama bilang mama bisa menonton pertandinganku , tapi apa yang terjadi mama lagi - lagi tidak datang menyebalkan bukan . Kalau saja aku tidak sendiri di rumah aku pasti takkan kesepian . Sebenarnya aku punya seorang kakak dia bernama kak Rudy , tapi sejak papa pergi dan tak kembali dia juga ikut pergi meninggalkan aku . Andai saja kejadian tiga tahun lalu tidak terjadi . Papa pergi tugas ke luar pulau tiga tahun yang lalu semenjak itu papa tidak pernah menghubungi kami lagi .
Aku selalu iri melihat teman - temanku yang mempunyai anggota keluarga lengkap ada papa,mama,dan kakak atau adik . Aku sangat merindukan masa - masa dulu di saat keluargaku masih lengkap , dulu kami sangat bahagia . Tapi kini masa - masa itu hanya tinggal kenangan . Aku di dunia ini seperti sebatang kara , walau aku punya mama tapi mama tak pernah peduli denganku yang ia perdulikan hanyalah urusan kantornya .
“ Sayang , kok pergi lagi inikan udah malam ?” tanya mama saat melihat aku akan keluar .
“ Apa urusan mama , apa mama peduli sama aku ? “ tanyaku .
“ Mama peduli sama kamu , sayang ,” jawab mama .
“ Peduli ?!?! Mama lupa kalau mama sudah berjanji padaku mama akan menonton pertandinganku tadi , apa itu yang disebut peduli ??? “ tanyaku .
“ Maafkan mama sayang tadi mama ada rapat mendadak . ” kilah mama .
“ Basi tau , cari alasan jangan itu - itu aja bosen nggak kreatif ,” kataku sambil membanting pintu .
Mama hanya bisa mengelus dada melihat kelakuanku . Sebenarnya mama tau sikapku yang selalu begitu pada mama bukan sepenuhnya salahku mama juga yang salah karena mama tidak pernah menepati janjinya padaku .
Aku selalu melampiaskan kekesalanku pada mama dengan cara pergi dengan teman - temanku yang senasib tanpa arah tujuan . Walaupun aku sering pergi keluar malam hari , tapi aku tak pernah mencoba sekalipun barang - barang haram yang tak asing dengan pergaulanku .
“ Hei , Lin gimana kabar mama kamu ? “ tanya Isa .
“ Udah dech sa gak usah dibahas lagi , aku pusing mikirnya ,” jawabku .
“ Kita senasib ya Lin ,”
Sebenarnya aku muak dengan hidupku aku ingin mati saja , tapi entah mengapa aku nggak pernah berani untuk ngelakuin perbuatan itu . Mungkin karna aku masih sadar akan dosa . Hidupku kini tanpa tujuan seperti mati segan hiduppun tak mau , itulah hidupku saat ini .
Mentaripun kembali bersinar itu tanda akan di mulainya hari yang baru . Semoga hari yang barupun terjadi pada hidupku .
Hari ini sebenarnya aku tak ingin masuk sekolah , tapi entah mengapa selalu ada dorongan agar aku selalu berangkat sekolah . Setelah sampai di sekolah aku langsung menemui Isa .
“ Hai , Lin gimana masih musuhan ma mamamu ? “ tanya Isa .
“ Udah dech aku males ngebahas itu ,” jawabku .
Saat pelajaran Bahasa Indonesia aku tak konsentrasi , padahal hari ini adalah pengambilan nilai membaca puisi hal yang paling kusuka dari pelajaran Bahasa . Hatiku serasa tak tenang . Tiba - tiba aku teringat pada mama . Oh , Tuhan apa yang terjadi pada mama . Pertanyaan - pertanyaan itu yang kini ada di benakku .
“ Linda , ada apa biasanya kamu paling semangat jika ada apresiasi seni ? “ tanya bu Indah yang membuyarkan semua lamunanku .
“ Tidak ada apa - apa cuma saya sedang grogi karena akan maju ke depan membaca puisi , bu , “ jawabku .
Bu Indah memandangku dari sinar matanya seolah bu Indah tak percaya , tapi berusaha mempercayaiku .
Handphoneku tiba - tiba berdering tertulis bahwa itu telepon dari mama . Aku segera meminta izin untuk mengangkat telepon itu siapa tahu penting . Dan seseorang yang menelponku mengatakan bahwa mama mengalami kecelakaan dan dirawat di sebuah rumah sakit . Tanpa berpikir panjang lagi aku segera meminta izin pada bu Indah untuk melihat mama ke rumah sakit .
Sesampainya di rumah sakit aku langsung mencari kamar mama . Setelah menemukan kamar mama aku segera masuk . Dan aku melihat ada dua orang lelaki yang sangat amat kukenal mereka adalah papa dan kak Rudy . Langsung saja aku memeluk mereka karena aku sudah rindu pada mereka . Ternyata yang menabrak mama adalah kak Rudy , dia tak sengja karena dia sedang berbincang - bincang dengan papa .
Sebenarnya alasan kak Rudy pergi karena ia ingin mencari papa dan saat papa kembali ke Surabaya merekapun bertemu . Dan mereka berdua terus mencari aku dan mama , memang sich kami berdua telah pindah rumah karena rumah kami terbakar .
Akhirnya kami berkumpul kembali dan semoga kami tak terpisahkan kembali SELAMANYA .

3 komentar:

tika mengatakan...

crita niy q buat, untuk para wanita karier yg trkdang nglupa`in tnggung jwbx sbgi Ibu. Tapi untungx ma2q g kyik gt

tika mengatakan...

o y critax agk g nymbung yaw coz ni di bkin cma 2 jam, bwt tgas b. Ind. jdi ya ala kadarx

alphee mengatakan...

tik terus berkarya... kurang menyedihkan ceritanya jadi aku ga bisa nangis meskipun begitu tetep bagus bgt..