Minggu, 09 November 2008

PERSAHABTAN KITA

Besok adalah ulang tahun Febri, sahabatku. Jadi hari ini aku dan teman - teman mempersiapakan rencana untuk mengerjainya besok. Aku tentu juga akan mempersiapkan kado untuknya. Karena itu aku dan teman teman pergi ke mall untuk membeli kado untuknya.
Sebuah kotak yang berisikan sebuah novel berhiaskan pita merah jambu telah ku siapkan untuknya. Rencananya besok aku akan berakting. Besok aku akan pura - pura memusuhinya karena Rizky, cowok yang menjadi incaranku ternyata menyukai Febri tapi ini semua adalah pura - pura. Aku mengecek pelajaran untuk besok kado untuk Febripun telah aku siapkan. Semoga semua rencanaku besok berhasil.
Hari ini sang Surya bersembunyi di balik awan yang hitam dengan rintik - rintik hujan yang diiringi bunyi petir yang menggelegar. Walaupun begitu aku harus tetap pergi ke sekolah. Di dalam tasku telah kusiapkan obat tetes mata untuk memperlancar aktingku. Aku tidak sabar bagaimana ya kira - kira ekspresi Febri ketika dia sedang kumarahi. Di jalan tak henti - hentinya aku tersenyum karena mebayangkan ekspresi Febri.
Tak lama kemudian aku sudah sampai di kelasku, ternyata Febri belum datang dan aku membicarakan dengan teman - temanku tentang semua itu. Saat Febri datang, akting dimulai. Febri menyapaku lalu duduk di sebelahku, tapi aku tak membalasnya aku malah menyuruh Nita untuk bertukar tempat duduk. Mataku memandang Febri dengan tatapan penuh benci. Febri tak berani menanyakannya padaku. Matanya hanya menatap bingung padaku.
Saat pelajaran tiba biasanya ada saja yang kami bicarakan tapi hari ini tidak ada pembicaraan diantara kami. Bangku kami serasa sepi. Teman - teman sekelompokku menanyakan pada Febri mengapa kami berdua tidak duduk bersebelahan dan tidak berbicara atau bernyanyi. Febri mengangkat kedua bahunya yang menandakan dia juga tidak tahu.
Sebenarnya tidak enak juga sih tidak berbicara dengan Febri, tapi aku harus menepati janjiku dengan teman - temanku. Ingin rasanya aku membunyikan bel istirahat agar sandiwara ini segera berakhir, tapi bel istirahat baru berbunyi satu jam lagi. Huh… aku tak tahan tak berbicara dengan Febri. Mulutku seakan ingin mengucapan sesuatu untuk memulai pembicaraan dengan Febri. Tidak… aku harus tahan agar sandiwara ini sukses.
Akhirnya bel istirahat berbunyi, saat Febri ingin pergi ke kantin aku menahannya. Sebelumnya aku telah meneteskan obat tetes mata.
“ Feb, aku mau ngomong sama kamu,” kataku.
“ Ngomongin apa Cin?” kata Febri.
Lalu tak menunggu kesempatan lagi aku langsung saja memarahi Febri. Aku mengatakan padanya bahwa dia adalah orang yang menyebalkan, kecententilan, teman makan teman, jahat, kejam dan lain sebagainya. Lalu Febri menanyakan sebab aku berkata demikian dan aku menceritakan cerita palsu bahwa kemarin aku meyatakan cintaku pada Rizky, tapi Rizky menolakku karena dia menyukai Febri. Aku menyangka jika Febri akan menangis dan mengatakan jika itu semua tidak benar. Tapi….
“ Sorry Cin, bukan maksudku buat kamu sedih, aku ngerti kalo kamu sayang banget sama Rizky. Tapi aku sama Rizky saling sayang jadi aku nggak nolak waktu Rizky nembak aku.”
“ Apa?!?!?!?! Kamu sama Rizky jadian beneran???”
“ Lho kamu nggak tahu kalo aku udah jadian sama Rizky, terus kenapa kamu marahin aku aku kira kamu marah karena kamu udah tahu kalo aku udah jadian sama Rizky.”
Aku langsung mengambil kado untuk Febri.
“ Happy birthday my best friend, kamu udah bikin kado sendiri buat ulang tahunmu kali ini. Ini buat kamu,” kataku sambil melempar kado untuk Febri ke muka Febri.
Saat ini air mataku metetes, tapi bukan lagi air mata palsu ini adalah air mata yang keluar karna kekecewaanku pada sahabatku. Aku sama sekali tak menyangka jika Febri bisa melakukan itu padaku. Dulu waktu Ryo,cowok yang dicintai Febri menyatakan cintanya padaku aku menolaknya padahal aku sangat mencintai Ryo saat itu ,demi persahabatanku dengan Febri. Ketika aku mulai mau belajar mencintai cowok lain selain Ryo yaitu Rizky, Febri malah berpacaran dengan Rizky. Itu yang dinamakan sahabat.
Febri mendekatiku untuk meminta maaf, tapi hatiku terlalu sakit untuk menerimanya dan aku memintanya untuk membiarkanku sendiri untuk beberapa waktu. Kulihat wajahnya begitu merasa bersalah. Tapi aku tak peduli yang kupikirkan bagaimana bisa ia berbuat seperti itu padaku.
Malam harinya, aku bermimpi tentang semua kenanganku bersama Febri. Aku mengingat betapa sakitnya ketikaku harus menolak Ryo karna aku takut Febri sakit hati. Saat ini Febri mencintai Rizky dan Rizky juga mencintai Febri. Jika aku tetap memaksakan kehendakku sendiri agar Risky mencintaiku, sia - sia semua rasa sakit yang kuterima ketikaku menolak Ryo agar Febri tak sakit hati.
Hari ini Mentari bersinar cerah lebih cerah dari biasanya seakan hari ini adalah hari terindah untukku. Aku melihat Febri menunggu seseorang di depan gerbang sekolah. Saat aku akan masuk Febri mencegahku. Aku melihat Febri menatapku dengan perasaan penuh penyesalan. Tanpa menunggu Febri meminta maaf padaku aku langsung memeluknya.
“ Cin… Sorry ya aku tahu kamu sayang banget sama Rizky, kalo kamu mau aku mau kok mutusin Rizky sekarang di depanmu.”
“ Nggak perlu Feb, kalo kamu mutusin Rizky sia - sia dong dulu aku nolak Ryo padahal aku sayang banget sama dia supaya kamu nggak sakit hati. Yang penting kamu harus janji nggak akan nyakitin Rizky.”
“ Aku janji nggak akan nyakitin Rizky. Cinta berarti aku jahat banget dong kamu udah berkorban tapi aku nggak mau berkorban Cin…”
“ Ssst … aku sadar persahabatan kita adalah segala - galanya dan aku nggak mau ngrusak semua itu gara - gara namaku.”
“ Namamu?”
“ Ya namaku kan Cinta dan aku nggak mau persahabatan kita rusak gara - gara cinta.”
“ Ah… kamu sempet - sempetnya bercanda, masuk kelas yuk.”
Aku hanya tersenyum. Kini aku sadar persahabatan adalah segala - galanya. Dan aku tidak mau merusak persahaban yang telah aku jalin bersama Febri gara - gara sebuah kata yaitu Cinta. Aku juga sadar cinta tak harus memiliki. Toh selama janur kuning belum melengkung aku masih bisa berjuang untuk mendapatkan cinta Rizky kan. He…he…he…

2 komentar:

tika mengatakan...

crita niy q bkin wktu mndkti ultah sobatq, q byngin kjdian tu trjdi but untungx g, malah wktu tu co yg di taksir sobatq nembak dy

Dea`s story mengatakan...

gile jek...

pasti u copy paste y?


buanyak cak!

gila gag kemeng t tangan u?